Kamis, 14 Agustus 2014

ini hanya tulisan biasa


aku tau kau gigih,tuan. Aku jg tau kau sedang berada pd titik dimana kau berusaha setengah mati utk mendekati temanku, berusaha menjadikan dia kekasih barumu, tanpa memperdulikan perasaanku. Ya, tak perlu menghiraukanku. aku biasa aja kok :)

Minggu, 18 Mei 2014

NOVENA 3 SALAM MARIA
Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis. Ia mendapatkan pengalaman rohani dari Bunda Maria ketika ia cemas akan keselamatan hidupnya dan ia memohon Bunda Maria untuk membantunya saat kematiannya. Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan meminta ia agar berdoa tiga kali Salam Maria.
Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria ini.
Doakanlah doa ini selama sembilan hari berturut-turut.
Dan jika permohonan anda berat, lakukanlah novena ini 3x berturut-turut.
Novena Tiga Salam Maria
Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.
Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar selaras dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.
Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa "Tiga Salam Maria", yang sangat besar manfaatnya itu.
Salam Maria ... (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.
Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapin ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.
Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.
Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi "Tiga Salam Maria" aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu
Salam Maria ... (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai "Bunda yang penuh belas kasih", aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku. Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu.
Engkau memperkenalkan diri sebagai "Bunda para pendosa yang bertobat" kepada St.Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.
Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolongamu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi "Tiga Salam Maria", aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
Salam Maria ... (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
Doa Koronka

Pada pukul tiga petang, serukanlah kerahiman-Ku, khususnya bagi para pendosa, dan renungkanlah, biar sebentar saja, sengsara-Ku, teristimewa saat-saat ajal-Ku, ketika Aku seorang diri saja. Inilah Jam Kerahiman-Ku yang besar bagi seluruh dunia. Aku akan mengizinkan engkau mengalami kesedihan-Ku yang mendalam.
Pada jam itu tidak akan Kutolak apapun yang diminta seseorang demi sengsara-Ku. Pada saat itulah kerahiman itu terbuka lebar bagi semua jiwa. Pada jam itu engkau akan dapat memperoleh apa saja bagi dirimu sendiri dan bagi orang lain. Pada jam itu tercurahlah rahmat bagi segenap dunia kerahiman mengalahkan keadilan.

Dimana saja engkau berada, berdoalah dengan sungguh-sungguh, biar sebentar saja. Aku menuntut agar semua makhluk memuji-muji kerahiman-Ku.

KORONKA KEPADA (ROSARIO) KERAHIMAN ILAHI

A. Koronka dibuka dengan doa:
- Bapa Kamu (1 kali)
- Salam Maria (1 kali)
- Aku Percaya (1 kali)

B. Pada manik "Bapa Kami" rosario biasa, diucapkan doa berikut ini:
“Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putera-Mu yang terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia”. (Sebutkan ujub kita)

C. Pada manik "Salam Maria" rosario bisa, diucapkan doa berikut ini:
“Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia”. (10 kali)

D. Koronka ditutup dengan doa :
“Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan Kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia”. (3 kali)


DOA JAM KERAHIMAN (Pukul 15.00)
Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia. O, Sumber Kehidupan, Kerahiman Ilahi yang terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami.

DOA UTAMA KEPADA KERAHIMAN ILAHI
Darah dan air, yang telah memancar dari hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami.
Engkaulah Andalanku! (sebutkan ujub kita)

Allah yang kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia (3 kali)

Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku.


Sabtu, 17 Mei 2014

happiest birthday Ronna Yolanda Sihotang;;){} #12mei Make a wish and blow the candle, for full of joy and happiness , always in a great health , be succeed always.It’s (my) 18th birthday!! Thanks to everyone who congratulated me;;)

Senin, 21 April 2014

Triplets

hi guys ;;)

i started a new project today wkwkk Lets see !!

I love you guys {}

Jumat, 27 Desember 2013

tulisanku ;;)



Nama   : Ronna Yolanda Sihotang
Kelas   : XII IPA 1

SEKEPING MEMORI TENTANGNYA
Ditengah desau angin rintik-rintik hujan turun membasahi rumput hijau segar dengan potongan rapi yang tampak di pembelokan komplek pemakaman. Ku parkirkan mobil di tempat yang disediakan, berjalan menyusuri barisan pohon sambil memandang lekat satu titik dengan pandangan kosong kearah makamnya. Aroma rumputnya yang khas, gesekan daun yang menyimpan irama tersendiri. Semuanya itu selalu sukses membuatku betah berlama-lama disini. Seikat mawar merah kutaruh diatas nisan dan kutabur diatas batu berbentuk salib. Air mineral yang ada di tas, kutuang sambil membelai goresan warna emas yang membentuk nama, “Riana Helena”. Aku tak menyangka ini semua akan terjadi. Kutundukkan kepala. Kugigit bibir sekuat tenaga mencegah bening kristal itu luruh. Aku sudah terlalu muak menghadapi kenyataan bahwa kami harus kehilangannya. Cepat-cepat kuhapus bening kristal itu dari sudut mataku dan mencoba tersenyum walau tetap tidak berhasil menutupi kekecewaanku yang teramat dalam. Memang dua bulan lalu Helen terlihat pucat. Ia tidak nafsu makan, terlihat sakit dan sering mimisan. Kami sekeluarga mengira Helen hanya terkena demam biasa, karena memang ia sering demam dan mimisan. Kami membawanya ke puskesmas, namun ia dianjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit guna menjalani serangkaian tes laboratorium. Sampai akhirnya kami mendengar berita dari dokter bahwa Helen mengidap Leukimia stadium 4 atau biasa disebut penyakit kanker darah. Kata dokter, kemungkinan hidup untuk Helen hanya tinggal satu bulan lagi. Karena, kanker itu menyerang sel-sel darah putih abnormal yang diproduksi oleh sumsum tulang.
Aku duduk dibawah pohon beringin sambil melihat langit sore yang tak lagi bertaburkan gerimis. Awan kumulus dengan bentuknya yang khas terlukis rapi diatas kaki-kaki langit dengan warna biru cerahnya yang berpadu dengan serat-serat merah keemasan yang indah terpancar dari si penguasa senja, namun tak juga sukses mendamaikan hatiku. Kenapa harus adikku? Apakah ini takdirnya? Ingin sekali aku mendapat jawaban atas pertanyaanku itu. Walau sebenarnya aku tau bahwa itu adalah takdir yang ditentukan Tuhan pada adikku. Mencoba untuk tegar? Mungkin itulah adikku yang dulu. Seorang gadis yang berusaha tegar menerima semua cobaan itu. Berusaha tetap senyum untuk sedikit meringankan bebannya. Senyumnya itu menurutku menunjukkan kalau dia bahagia dan tak menyesal sama sekali. Dan satu lagi, dia tersenyum bukan karena bersandiwara, melainkan senyumannya itu adalah suatu sikap untuk menyenangkan Tuhan, agar dia terlihat lebih tegar, tak berpenyakitan.
Setelah mengetahui penyakit Helen, kami membawanya ke Penang untuk dirawat oleh dokter ahli kanker darah. Akan tetapi, kesehatannya tak kunjung membaik, bahkan ia kerap kali muntah darah. Saat-saat seperti itu yang aku takutkan. Mama berkali-kali pingsan, aku sering mengurung diri dikamar. Setiap kali ia muntah darah, rasanya jantungku mau copot. Kuucapkan doa yang selalu kuutarakan pagi, siang, sore, malam. “Tuhan, aku tau Engkau gak pernah sibuk, aku tau Engkau selalu mendengar isi hatiku meskipun Engkau gak segera memberi pengabulan atas doaku. Aku gak perlu curiga soal Kau mendengar doaku atau tidak, karna aku percaya telinga-Mu selalu tersedia untuk siapapun yang percaya pada-Mu. Tolong kali ini Tuhan jangan menertawakanku, aku janji gak bakal berantem lagi sama Helen, aku bakal selesaikan kuliah kedokteranku ini dengan baik, aku juga bakal melayani-Mu, jadi pemain musik di gereja. So, please God, sembuhin Helen. Kau harapan ku satu-satunya. Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, aminn.
Dua tiga hari sebelum kepulangan Helen ke surga, ia tidak mau tidur. Ia benar-benar tidak tidur selama dua hari. Dokter bilang hal itu sering terjadi pada pasien yang mengalami detik-detik terakhir di bumi. Mungkin saja Helen takut. Ketika ia menutup mata, ia takut tidak dapat membuka matanya lagi. Kenapa? Kenapa Tuhan? Bukankah sangat mudah bagi-Mu untuk menyembuhkan sakit seseorang? Kenapa bukannya seseorang yang sangat jahat, yang bebal, yang bahkan tidak pernah menyebut nama-Mu? Ya benar. Helen sudah pergi. Dan ya benar, aku hancur. Tak terbentuk. Sakit. Bagai dihujam ribuan pedang sembilu, mampu membuatku merasakan sakit yang teramat sangat rasanya. Helen telah tiada pada minggu ke 4 bulan Desember, beberapa hari setelah natal. Kami tak dapat bersama-sama merasakan semarak tahun baru dan meriahnya pesta kembang api seperti dahulu. Ah, rasanya aku ingin menangis sekencang-kencangnya, berteriak menumpahkan semua yang mengganjal dipikiranku. Tapi aku tak mampu melakukan apapun. Tubuhku seperti ditimbun suhu dingin dengan minus beberapa derajat. Tak mampu bergerak sama sekali, seluruh sendi terasa lemas. Dadaku begitu sesak. Tak pernah kuduga akan seperti ini, membuat gila logikaku.